Oleh: Jum'an
Jarak perselingkuhan zaman dulu hanyalah sejauh 20 km, yaitu jarak terjauh seorang pria dengan berkuda mengunjungi rumah kekasih simpanannya lalu bercanda secukupnya, makan dan tidur siang sambil menebar benih, lalu pulang tanpa tiba dirumah kesorean. Kini dengan adanya mobil dan pesawat terbang seorang pria dapat menebar benih bukan saja dari Jakarta ke Bandung, tetapi dari Arab ke Bogor dan dari Lagos di Nigeria ke Tanah Abang di Jakarta. Anak-anak mereka kelak mungkin akan menebar benihnya lebih jauh lagi. Selama 20 tahun perang Vietnam tentara Amerika dengan semangat bertempur menebar benih disana yang sekarang berkembang menjadi ras Amerasia. Banyak pula orang Indonesia yang menetap diluar negeri karena berbagai alasan. Tentu mereka telah berkembang biak disana. Didesa saya yang terpencil di Jawa Tengah sudah ada beberapa anak dari benih yang biasanya tumbuh di padang pasir yang dikandung oleh ibunya ketika menjadi pembantu disana. Begitu benih manusia bertebaran ke segala penjuru sejak dulu sampai hari kiyamat kelak.

Kekejamannya lebih-lebih nauzubillah. Setahun setelah ia dan bala tentaranya menyerbu Beijing pada 1214, tulang-tulang korban pembantaian membetuk perbukitan, tanah disana berminyak karena lemak manusia. Dikota Merv, pusat kajian ilmu di Turkmenistan, Jengis Khan melakukan pembantaian massal secara manual yang terbesar dalam sejarah. Penduduk digiring keluar kota untuk disembelih dari pagi hingga malam selama 4 hari berturut-turut. Sejarawan Persia al-Juvayni menulis tentang penghancuran Merv: Tentara Mongol telah membunuh seluruh penduduk Merv termasuk wanita dan anak, tak ada seorangpun yang tersisa, kecuali 400 orang tukang dan pengrajin yang mereka butuhkan. Seorang prajurit bertugas mengeksekusi sampai 300 atau 400 orang penduduk. Menurut para sejarawan korban mencapai satu juta orang lebih. Di Rusia, mereka menghancurkan tentara gabungan yang empat kali lebih besar. Para pemimpin yang masih hidup, termasuk Pangeran Romanovitch dari Kiev, menyerah dengan pengertian penumpahan darah akan dihentikan. Tapi tentara Mongol justru mengikat dan merebahkan mereka berjajar untuk landasan kayu-kayu berat dimana para komandan Mongol berpesta dan memilih wanita yang akan ditiduri, sedangkan Pangeran dan sekutunya mati terhimpit atau tercekik.
Begitulah Jengis Khan membunuh dan menebar benih diladang orang, begitu merangseknya sehingga merubah peta genetika dunia. Anak tertuanya Tushi, mempunyai 40 anak laki-laki resmi (belum terhitung yang jadah) dan Kubilai Khan, cucunya (pendiri dinasi Yuan di China), memiliki 22 anak laki-laki resmi dan menambah 30 perawan untuk haremnya setiap tahun. Mudah difahami bahwa keturunannya berkembang secara eksponensial.
Lalu jangan-jangan, saya atau anda termasuk salah satu dari 200 pria yang terkait dengan Jengis Khan. Tetapi seandainya ya, tidak apa-apa karena kita memang lahir bukan atas kehendak kita. Lagipula kita tidak harus menanggung dosa nenek moyang kita. Asal ingat…..… jangan menebar benih sembarangan.
