Asy-Syaikh Abdul Qadir al-Jailani radhiyallahu 'anhu (w. 561 H) Dalam kitabnya al-Ghunyah beliau mengatakan:
ليس بجسم فيمس، ولا بجوهر فيحس، ولا عرض فيقضى، ولا ذي تركيب أو آلة وتأليف، أو ماهية وتحديد، وهو الله للسماء رافع، وللأرض واضع، لا طبيعة له من الطبائع، ولا طالع له من الطوالع، ولا ظلمة تظهر، ولا نور يزهر
Allah bukanlah Jisim (bukan sesuatu yang berbentuk dan berukuran) sehingga dapat disentuh. dia bukanlah al-jauhar (benda) sehingga dapat diraba, Dia bukanlah al-'Aradh (sifat benda) sehingga habis. Dia juga bukan sesuatu yang memiliki bagian-bagian ataupun alat tubuh dan ketersusunan, intisari dan batasan.
Dan Dia Allah yang terhadap langit Dialah yang menjadikannya terangkat di atas, dan menjadikan bumi rendah di bawah langit, dan tidaklah la disifati dengan suatu tabi'atpun dari sifat-sifat dasar benda. Dia bukanlah salah satu dari sesuatu yang naik ke atas. Dia bukanlah berupa kegelapan yang muncul dan bukanlah berupa cahaya yang terang benderang (yakni Allah bukan benda apapun)".
Penjelasan ini adalah diantara poin penting dari beliau yang sering di abaikan (Lebih tepatnya disembunyikan) kaum mujassimah musyabbihah yang mencatut nama beliau untuk kepentingan tertentu
